Ternyata Inilah Rahasia Air Zamzam Yang Perlu Diketahui

Satu hal yang paling menarik, rupanya selama ribuan tahun (lebih dari 14 abad) sumur zamzam tidak pernah kering dan airnya tidak habis kendati dipergunakan oleh lebih dari jutaan umat manusia tiap tahunnya. Di samping kehendak Allah SWT, secara ilmiah rupanya juga bisa diucapkan fakta-faktanya.

Kenapa hal ini dapat terjadi? Mungkin, secara akal, hal itu tak masuk nalar. Karena, sumur zamzam ini cuma mempunyai luas permukaan selebar 3-4 meter dan panjang (kedalaman) sekitar 30 meter, amat kecil untuk menciptakan air yang demikian besar untuk memenuhi jutaan umat manusia, termasuk 2,2 juta orang jamaah haji tiap tahunnya yang masing-masing membawa 5-20 liter.

Member Ikatan Spesialis Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari, dalam artikelnya seputar ”Rahasia Air Zamzam” menceritakan, dalam sebuah uji pemompaan (pump test), sumur ini cakap mengalirkan air sebesar 11-18.5 liter per detik atau menempuh 660 liter per menit atau sekitar 40 ribu liter per jam. Ini dilaksanakan sebelum tahun 1950-an. filter air

Kemudian, pada tahun 1953, dibangunlah pompa air. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air dan di antaranya juga ke keran-keran yang ada di sekitar sumur zamzam.

Pada dikala dilaksanakan pengujian, pada pemompaan 8000 liter per detik selama 24 jam, air yang ada dalam sumur zamzam mengalami penyusutan sedalam 3,23 meter.

Dan, dikala pemompaan dihentikan, cuma dalam waktu 11 menit kemudian permukaan sumur kembali ke asalnya. Walaupun, jarak Kota Makkah ke laut (pantai) sejauh 75 kilometer.

Ini menampakkan bahwa banyak air yang tersimpan dalam sumur zamzam hasil dari rekahan (celah) bebatuan yang ada pada perbukitan di sekitar Makkah.

Kemusykilan inilah yang kemudian ‘mengusik’ para pakar hidrogeologi untuk meneliti lebih lanjut seputar keanehan sumur zamzam.

Dengan jarak yang relatif jauh dari laut, dari mana sumber air semacam itu pesat berkumpul kembali di sumur zamzam?

Rovicky dalam artikelnya menceritakan, banyak celah atau rekahan bebatuan yang ada di sekitar daerah itu. Diceritakan, ada celah (rekahan) yang memanjang ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm dengan ketinggian 30 cm, juga sebagian celah kecil ke arah Shafa dan Marwah.

Keterangan geometris lainnya menceritakan, celah sumur di bawah daerah tawaf sekitar 1,56 meter, kedalaman sempurna dari bibir sumur 30 meter, kedalaman air dari bibir sumur sekitar empat meter, dan kedalaman mata air 13 meter. water treatment

Dari mata air hingga dasar sumur menempuh 17 meter dan diameter sumur berkisar antara 1,46-2,66 meter. Celah-celah inilah yang kemudian memasok air ke sumur zamzam.